Minggu, 21 November 2010

Canon EOS 500D

Canon EOS 500D ini memang bukan kamera DSLR kelas entry leveltapi buat mereka yang ingin beralih dari kamera compact mungkin ini adalah pilihan yang tepat. Selain menjanjikan kualitas gambar yang bagus, kamera ini juga memungkinkan merekam video sekaligus masih menyediakan pengaturan otomatis yang tak merepotkan pengguna.
Dalam bodi yang ringkas ini tertanam sensor 15 megapixel dengan pemroses gambar DIGIC 4 lengkap dengan fasilitas Live View. Sebagai bonus, Anda masih mendapatkan lampu flash meski hot shoe untuk lampu flash eksternal juga disediakan. Paling tidak bila kebetulan kondisi cahaya redup dan tak ada lampu flash Anda masih bisa menggunakan fitur flash yang disediakan.
Soal kualitas hasil bidikan, Canon EOS 500D ini sama sekali tak mengecewakan. Gambar terlihat jernih dengan reproduksi warna yang terlihat alami. Tak ada gejala penyimpangan warna atau noise bahkan pada saat kondisi pencahayaan mulai meredup sekalipun. Setidaknya sampai ISO 3200 gambar masih terlihat bersih kecuali jika Anda melihatnya dalam ukuran maksimal dan benar-benar memperhatikan secara detail.

Dalam mode video, Canon EOS 500D ini juga tak mengecewakan. Rekaman terlihat jernih dan tajam sementara gerakan objek dalam video juga terlihat mulus. Yang jadi masalah justru adalahmicrophone-nya. Mic yang terpasang cukup peka dan mampu menangkap suara dengan baik namun kendalanya adalah suara mekanik saat melakukan zoom juga ikut tertangkap. Parahnya lagi Canon tak menyediakan jack buat mic eksternal pada kamera ini.
Fitur Live View-nya cukup bagus meski pada kasus autofocus agak sedikit lambat. Kekurangan lain mungkin adalah tidak disediakannya mekanisme yang membuat layar LCD ini bisa digerakkan ke berbagai arah sehingga tak ada kemungkinan untuk mengambil gambar dari sudut-sudut 'kreatif' atau malah untuk mengambil foto diri sendiri misalnya. Untung kualitas LCD yang terpasang sangat bagus sehingga untuk melihat apakah objek sudah fokus tak terlalu sulit.
Buat Anda yang tak punya pengalaman menggunakan kamera DSLR,Canon EOS 500D ini masih menyediakan fasilitas full auto modeyang memungkinkan kamera ini mengatur sendiri setting yang tepat untuk kondisi tertentu. Layak jika Good Gear Guide berani memberikan empat bintang buat kamera yang dijual dengan harga US$900 atau sekitar Rp9 jutaan ini.
(ggg/roc)








SPESIFIKASI:

Sensor:22.3 x 14.9mm CMOS (15.1 megapixel)
Lensa:EF/EF-S Lens Mount
Zoom:-
Viewfinder:Optical
LCD Monitor:3.0 in TFT, approx. 920K dots
Maximum Aperture:-
Shutter Speed:30-1/4000 sec
White Balance:Custom, Auto, Cloudy, Daylight, Flash, Fluorescent, Shade, Tungsten
Flash:Built in + hot shoe
Shooting Modes:Auto, Portrait, Landscape, Close-up, Sports, Night Portrait, No Flash, Movie, Program AE , Shutter priority AE, Aperture priority AE, Manual, A-DEP
Photo Effects:-
Storage Media:SD card, SDHC card
File Format:RAW, JPEG
Interfaces:HDMI Output, USB 2.0
Dimensi:128.8 x 97.5 x 61.9 mm

Nikon D5000

Menyusul jejak Canon yang meluncurkan EOS 500D pada bulan lalu, hari ini Nikon (seperti yang sudah dirumorkan) meluncurkan DSLR entry level baru bernamaD5000. Produk anyar ini merupakan penerus dari D60 yang mengikuti tren DSLR modern yaitu menyertakan fitur HD movie 720p – 24 fps dan tentunya live view. Namun demikian bukan hanya penambahan fitur movie ini saja yang membuat D5000 ini demikian spesial, tapi karena Nikon telah memberi banyak peningkatan fitur dan spesifikasi dari D60 ke D5000, dengan banderol harga yang masih bisa dibilang terjangkau untuk ukuran kamera DSLR pemula yaitu sekitar 8 jutaan.
Nikon D5000
Nikon D5000
Di jajaran kamera Nikon DX, saat ini line-up yang disusun oleh Nikon meliputi tiga kelompok, yaitu kelas semi-pro (diisi oleh D300-yang dirumorkan akan segera digantikan oleh D400), kelas menengah (diisi oleh D90-plus movie mode) dan kelas pemula (yang baru saja diisi oleh D5000, sebelumnya D60). Uniknya, D5000 ini hadir setelah kehadiran D90 di tahun 2008 silam, dan D90 juga hadir setahun setelah kehadiran D300 di tahun 2007. saat D90 diluncurkan, banyak anggapan kalau Nikon melakukan kesalahan dengan membuat produk yang akan ‘mematikan’ penjualan D300 karena banyaknya kesamaan fitur. Namun anggapan itu lambat laun sirna karena segmentasi market keduanya berbeda. Kini Nikon kembali melakukan hal serupa saat meluncurkan D5000 karena dia hadir dengan banyak membawa banyak kesamaan dengan D90 pada spesifikasinya, sehingga dikuatirkan penjualan D90 akan terganggu oleh hadirnya D5000 ini.
Nikon D5000 : Vari-angle LCD
Nikon D5000 : Vari-angle LCD
Bagaimana tidak, Nikon D5000 ini merupakan DSLR entry level yang sarat fitur dan tidak ubahnya seperti melihat spesifikasi dari D90 yang dijual beberapa juta rupiah lebih mahal. Hanya saja secara silsilah, D5000 ini masih masuk DSLR kelas pemula menggantikan D60 dengan desain bodi yang hampir sama namun lebih terlihat gemuk.
Kita simak saja headline news dari Nikon D5000 :
  • Sensor : format DX dengan crop factor 1,5 x, memakai sensor baru CMOS resolusi 12 MP (D60 memakai CCD 10 MP) yang sama persis dengan yang dipakai di D90. Maka itu kinerja ISO keduanya (D5000 dan D90) pun sama dengan rentang 200 hingga 3200  plus Lo-1 dan Hi-1. Pun pada sensor ini telah dilengkapi sistem anti debu.
  • Engine : memakai Expeed engine 12 bit ADC plus active D-lighting dan koreksi otomatis untuk lateral chromatic aberrations layaknya pada D90. Tersedia juga setting Picture Control (Standard, Vivid, Neutral, Monochrome, Portrait dan Landscape) serta soft filter.
  • Shutter : memakai shutter unit yang teruji hingga 100.000 kali (atau dua kali lipat dari shutter unit D40/60) dan nilai shutter count D5000 ini persis sama seperti pada D90. Hanya saja D90 mampu menjepret hingga 4,5 fps, sementara D5000 ini sedikit lebih lambat dengan 4 fps (namun masih jauh lebih baik daripada D60 dengan 3 fps).
  • Modul AF : Multi CAM-1000 dengan 11 titik AF (ya, sebelas) dengan satu center cross point AF (di D40/D60 hanya 3 titik AF). Terdapat mode 3D AF trackinguntuk objek foto yang selalu bergerak, sama seperti yang terdapat pada D90. Tersedia juga contrast detect AF bila memakai live view.
  • D-movie : merekam video HD beresolusi 1280 x 720 piksel hingga maksimum 5 menit  dengan frame rate 24 fps, AVI/M-JPEG, audio mono. layaknya D90, D5000 ini tidak bisa auto fokus saat merekam video, sehingga pemakailah yang harus mengatur manual fokus pada lensa.
  • Layar Vari-angle LCD : pertama dalam sejarah DSLR Nikon, layar LCD berukuran 2,7 inci yang bisa dilipat dan diputar. Dengan demikian, memotret memakai mode live view ataupun merekam video bisa lebih mudah dan nyaman, meski dalam sudut yang sulit.
  • Bonus lain : HDMI port dan sudah mendukung GPS eksternal untuk geotagging.
Adapun hal-hal yang masih sama (atau mengalami sedikit peningkatan / penurunan) dari sang pendahulu (Nikon D60) diantaranya :
  • Desain bodi : kecil, ringan, berbahan plastik, dengan ukuran 127 x 104 x 80 mm dan 55 gram lebih berat dari D60.
  • Tanpa motor fokus di bodi : ya, layaknya D40/D60, lensa yang bisa autofokus pada D5000 ini hanyalah lensa dengan motor AF seperti Nikon AF-S atau Sigma HSM.
  • Memakai lensa kit yang sama seperti D60 : AF-S 18-55mm VR (pada D90 lensa kitnya AF-S 18-105mm VR).
  • Modul light meter : 420-segment RGB, masih sama seperti D60 dan bahkan D90 sekalipun (untuk modul kelas atas dengan 1005-segment RGB hanya ada di D300, D700 dan D3).
  • Memakai viewfinder cermin (0,78 x, 95% coverage) yang tidak seterangviewfinder jenis prisma seperti yang terdapat di D90.
  • Tanpa top status LCD dan hanya satu dial-wheel di dekat jempol (di D90 ada duadial-wheel).
  • Flash internal dengan GN 12 dan mampu sync hingga 1/200 detik (masih unggul D40 dengan 1/500 detik) dan kini D5000 mendukung fitur bracketing.
D5000 : tampak atas
D5000 : tampak atas
Tak dapat dipungkiri, dengan meluncurkan D5000, Nikon seakan ingin ingkin menguasai kembali pasar DSLR entry level yang telah direbut oleh Canon (melalui EOS 1000D dan EOS 450D) dengan membuat produk dengan spesifikasi tinggi namun harga terjangkau. Setelah ini, akan banyak muncul kebingungan diantara calon pembeli DSLR Nikon yang tadinya sudah siap untuk mengambil entah D60 atau D90 atau bahkan DSLR merk lain. Sebagai informasi di awal, biasanya Nikon perlu waktu 3 bulan sejak pengumuman produk baru hingga tersedia di pasar. Bila anda perlu membeli DSLR saat ini juga, tentu D5000 ini belum bisa masuk ke dalam daftar nominasi kamera yang akan anda beli. Namun bila anda cukup bersabar sambil menabung, nantinya anda bisa memilih antara D60, D5000 atau D90 tergantung kebutuhan fotografi anda.

Langit di Sore Itu



Location : Gor Ki Mageti Magetan
Camera : Canon EOS 400D

nb: edited with adobe photoshop & adobe lightroom

Canon EOS 550D

Dengan Sensor dan Layar Baru
Setelah sekitar setahun lalu sukses meluncurkan Canon EOS 500D, tahun 2010 ini Canon kembali meluncurkan kamera baru untuk kelas entry-levelmelalui tipe Canon EOS 550D.
Dilihat dari kodenya, EOS 550D ini merupakan penerus dari EOS 500D. Perubahan apa saja yang dibawa oleh EOS 550D ini?Feature baru apa saja yang dibenamkan Canon pada kamera DSLR entry-level ini?
EOS 550DCanon EOS 550D ini masih memiliki tampilan fisik yang mirip dengan seri-seri sebelumnya (seperti 450D dan 500D). Namun ada sedikit perbedaan minor pada lekukan-lekukan tubuhnya yang kini lebih membulat. Peletakan tombol-tombol di sekitar badan kamera juga masih sama dengan seri-seri sebelumnya.
Yang berbeda adalah bentuk tombol-tombol yang ada di sekeliling layar LCD di belakang kini menjadi lebih kotak, tidak bulat lagi seperti seri sebelumnya. Knop yang mengatur modus pengambilan gambar tetap berada di sebelah kanan atas, berdekatan dengan tombol untuk mengatur ISO dan tombol shutter
Karena diposisikan sebagai kamera DSLR kelas entry-level, Canon EOS 550D ini memiliki ukuran bodi yang kompak. Bagi Anda yang bertangan besar, kamera ini mungkin menjadi kurang nyaman digenggam karena grip-nya yang kurang besar. Namun bagi kebanyakan orang, ukuran grip yang dimiliki kamera ini sudah cukup nyaman. Saat dipegang pun, grip ini tidak terasa licin karena keberadaan lapisan karet yang menutupinya.
Melongok ke bagian belakangnya, terdapat sebuah viewfinder cermin yang ukurannya tidak terlalu besar. Viewfinder ini memiliki perbesaran sebesar 0,87x dan meliputi sekitar 95% dariframe sebenarnya. Di bawah viewfinder terdapat sebuah layar LCD yang berguna untuk menampilkan parameter pemotretan, melihat foto yang telah diambil, atau menampilkan obyek pada modus live-viewNah, layar LCD yang digunakannya ini merupakan salah satu perubahan yang dilakukan Canon. Pasalnya layar berukuran 3 inci ini menggunakan aspect ratio 3:2, berbeda dengan model sebelumnya yang masih menggunakan rasio 4:3. Dengan menggunakan rasio 3:2, foto yang ditampilkan akan memenuhi seluruh layar sesuai dengan format fotonya yang juga 3:2.
EOS 550DCanon EOS 550D dipersenjatai dengan sebuah sensor CMOS baru yang mampu menghasilkan gambar dengan resolusi hingga 18 mega piksel. Sensor berukuran APS-C ini juga didukung dengan prosesor gambar khas Canon yaitu DIGIC 4. Sementara dalam hal kecepatan pengambilan gambar, EOS 550D memiliki kecepatan yang mirip dengan pendahulunya, yaitu sekitar 3,5 frame per detik, baik pada mode RAW ataupun JPEG. Kamera ini memiliki rentang ISO yang luas, mulai dari ISO 100 hingga ISO 6400 dengan kelipatan tiap satu stop. Selain itu, masih tersedia juga ekspansi ISO hingga satu stop lebih tinggi lagi hingga setara dengan ISO 12800.
Dari sisi dukungan lensa, Canon EOS 550D ini diklain kompatibel dengan seluruh sistem lensa Canon EOS, baik EF maupun EF-S. Selain itu kamera ini juga kompatibel dengan lensa dari merek pihak ketiga yang membuat lensa dengan mount Canon. Namun perlu diingat bahwa, karena kamera ini menggunakan sensor APS-C, terdapat faktor pengali rentang fokus sebesar 1,6x.
***
Kami merasa nyaman menggunakan kamera ini. Prosesnya terbilang cepat, mulai dari saat kamera dihidupkan hingga kamera siap mengambil gambar. Semuanya diselesaikan hanya dalam hitungan detik. Hasil fotonya juga terbilang baik, termasuk kinerja pada ISO tinggi. Menurut kami, hasil foto pada ISO 3200 masih termasuk bersih dari noiseNoise baru mulai muncul pada ISO 6400 namun belum begitu mengganggu. Pada ISO 12800, noise sudah terasa cukup mengganggu dan hanya cocok digunakan pada situasi darurat. Melihat featuredan kemampuan yang dimilikinya, Canon EOS 550D ini merupakan salah satu kamera DSLRentry-level yang berkinerja sangat baik. Kamera ini cocok digunakan untuk seluruh kalangan, baik pengguna awam, ataupun pengguna lanjut yang menginginkan kamera DSLR kompak berkemampuan baik. (Steven Irwandi)
Spesifikasi Canon EOS 550D
Resolusi
18 megapiksel
Resolusi Foto (min/max)
2592 x 1728  / 5184 x 3456 piksel
Resolusi Video (min/max)
640 x 480 @ 60 fps / 1920x720 @ 30 fps
Media Perekam
SD/SDHC
Format File
RAW, JPEG, MOV (Video)
Ekivalen ISO
ISO 100, 200, 400, 800, 1600, 3200, 6400, 12800 (ekuivalen)
Kecepatan shutter (detik)
30 - 1/4000, bulb
Viewfinder
Ada
Diagonal LCD
3 inci
Koneksi komputer
USB
Tipe baterai/isi ulang
Canon LP-E8 / Ya
Battery charger
Ada
Dimensi (plt)
12,9 x 9,8 x 6,2 cm
Bobot (gram)
530 (tanpa lensa)
Garansi
1 tahun
Situs Web
Harga kisaran*
Rp 9.650.000,- (dengan lensa 18 – 135mm)
* Datascrip (021) 654-4515




Canon EOS 550D menggunakan layarLCD baru dengan rasio 3:2









Peletakkan tombol dan knop masih mengikuti model sebelumnya.












Bodi 
EOS 550D ini tergolong kompak dan ringan.









Plus
     : Sensor baru 18 megapiksel, ringan, ada Live-view, video HD, ISO 6400, kualitas foto baik.
Minus : Kecepatan burst kurang tinggi, ukuran bodi agak kecil bagi sebagian orang

17 nov 10' [edited]





*MODEL :
- Foto 1 : imel
- Foto 2 : jojo
- Foto 3 : jojo

*LOCATION : GOR Ki Mageti & Gereja Regina Pacis

nb : edited with photoshop

15 nov 10' [edited]





nb : edited with photoshop